Pada hari kamis, tanggal 22 Oktober 2026 dalam rangka menyukseskan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2026–2027, MTsN 2 Langkat menggelar kegiatan debat kandidat yang diikuti oleh tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIM. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemilihan pemimpin organisasi siswa sekaligus sarana untuk menumbuhkan budaya demokrasi di lingkungan madrasah. Debat kandidat tersebut berlangsung mulai pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai dan berlangsung di halaman MTsN 2 Langkat yang diikuti oleh seluruh pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIM MTsN 2 Langkat dan disaksikan oleh seluruh keluarga besar MTsN 2 Langkat baik setiap siswa mulai dari kelas VII hingga kelas  IX beserta seluruh dewan guru.

Kegiatan debat berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Ketiga pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, memaparkan visi dan misi, serta menjelaskan program kerja yang akan dilaksanakan apabila terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 2 Langkat periode 2026–2027. Dalam debat tersebut, masing-masing pasangan calon berusaha menunjukkan kemampuan, wawasan, serta kesiapan mereka dalam mengemban amanah sebagai pemimpin organisasi siswa. Berbagai gagasan disampaikan, mulai dari peningkatan kedisiplinan peserta didik, pengembangan bakat dan minat siswa, peningkatan kreativitas, hingga upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aktif, tertib, dan berprestasi.

Melalui sesi tanya jawab, para kandidat juga ditantang untuk memberikan tanggapan dan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan siswa di madrasah. Momen ini menjadi kesempatan bagi seluruh pasangan calon untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat dengan santun, serta menghargai perbedaan pandangan.

Kegiatan debat kandidat ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan program unggulan masing-masing pasangan calon, tetapi juga memberikan kesempatan kepada seluruh peserta didik untuk mengenal lebih dekat karakter, kemampuan, dan komitmen para calon pemimpin mereka. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menentukan pilihan secara bijak berdasarkan gagasan dan program yang ditawarkan.

Kepala MTsN 2 Langkat, Zulkifli Hasibuan, M.Pd., mengatakan bahwa “pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM ini merupakan sarana pembelajaran demokrasi bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki keberanian untuk tampil di depan umum, tetapi juga harus mampu bertanggung jawab, bekerja sama, serta menjadi teladan bagi teman-temannya”. Ungkapnya

Selain itu, beliau juga berharap agar seluruh pasangan calon dapat mengikuti setiap tahapan pemilihan dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. “Siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik serta membawa OSIM MTsN 2 Langkat menjadi organisasi yang lebih aktif, kreatif, dan berkontribusi positif bagi kemajuan madrasah”. Tambahnya

Kegiatan debat ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam memberikan pendidikan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum, kemampuan berargumentasi, serta jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sebagai bagian dari proses menuju pemungutan suara pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026–2027. Setelah mengikuti debat kandidat, para peserta didik diharapkan dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan semata-mata karena kedekatan pertemanan.

Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Langkat berharap dapat melahirkan pemimpin OSIM yang amanah, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan positif di lingkungan madrasah. Dengan semangat demokrasi dan kebersamaan, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM MTsN 2 Langkat periode 2026–2027 diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik dalam belajar memilih pemimpin serta memahami arti tanggung jawab dalam sebuah organisasi.