Pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2026 Suasana haru dan gembira terpancar di lingkungan MTsN 2 Langkat saat menyambut hangan Tim Sarana dan Prasarana (Sarpras) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan monitoring langsung ke MTsN 2 Langkat dalam rangka lakukan pengukuran dan persiapan untuk Pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana yang terdampak banjir. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Nindya Karya, salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi. Monitoring tersebut berlangsung mulai pukul 11.00 Wib sampai dengan selesai pada lingkungan madrasah.

Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran kondisi riil madrasah pascabencana sekaligus melakukan pengukuran sarana dan prasarana untuk diberikan bantuan dalam mendukung proses pemulihan MTsN 2 Langkat. Tim monitoring melakukan pengukuran kondisi wilayah madrasah secara menyeluruh, mulai dari lingkungan, sarana dan prasarana, hingga bagian-bagian yang mengalami dampak akibat banjir.

Dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan secara langsung, tim diharapkan dapat mengetahui kebutuhan prioritas madrasah sehingga bantuan yang nantinya diberikan dapat tepat sasaran dan mendukung percepatan pemulihan fasilitas pendidikan.

Kepala MTsN 2 Langkat, Zulkifli Hasibuan, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara bersama Nindya Karya terhadap kondisi madrasah yang terdampak banjir. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari Tim Sarpras Kemenag Sumatera Utara bersama Nindya Karya. Monitoring dan pengukuran yang dilakukan hari ini menjadi langkah penting untuk melihat kondisi madrasah secara menyeluruh dan menentukan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan,” ungkapnya.

Ia berharap hasil monitoring tersebut dapat menjadi dasar bagi dalam memaksimalkan pemberian bantuan dan mendukung MTsN 2 Langkat agar dapat kembali memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh siswa serta tenaga pendidik.

Katim Sarpras Kanwil Kemenag Sumut, Muhammad Hanbali Bakti mengatakan bahwa “Kami datang untuk melihat dan mengukur secara langsung kondisi MTsN 2 Langkat setelah terdampak banjir. Data dan hasil pengukuran ini nantinya menjadi bahan untuk persiapan kami agar dapat memberikan bantuan secara maksimal nantinya.” ujarnya.

Kegiatan monitoring berlangsung dengan melakukan pengukuran secara menyeluruh di sejumlah titik lingkungan madrasah. Tim juga melakukan pengukuran sebagai bagian dari proses pendataan kondisi dan kebutuhan pascabanjir.

Kehadiran Tim Sarpras Kemenag Sumut bersama Nindya Karya menjadi bentuk perhatian dan sinergi dalam mendukung pemulihan fasilitas pendidikan. Semangat gotong royong dan kepedulian tersebut diharapkan mampu mempercepat bangkitnya MTsN 2 Langkat pascabencana serta memastikan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan semakin baik.