Pada hari Sabtu, tanggal 22 Agustus 2026 Dalam upaya memperkuat sinergi dan mempercepat penanganan dampak pascabencana terhadap sarana dan prasarana pendidikan, Kepala MTsN 2 Langkat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Prasarana Kesehatan dan Madrasah di Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 20 hingga 22 Agustus 2026. Kegiatan rakor tersebut dilaksanakan di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan. Rapat koordinasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara. Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan identifikasi lokasi penanganan pascabencana di Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2027–2028, khususnya terhadap prasarana kesehatan dan madrasah yang terdampak bencana.

Kehadiran Kepala MTsN 2 Langkat dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan penanganan sarana dan prasarana madrasah yang terdampak bencana. Sebagaimana diketahui, MTsN 2 Langkat merupakan salah satu madrasah yang turut merasakan dampak bencana yang terjadi di wilayah Kecamatan Besitang.

Melalui forum koordinasi ini, berbagai kondisi lapangan, kebutuhan rehabilitasi, serta langkah-langkah penanganan pascabencana dibahas secara bersama dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Identifikasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan data dan informasi yang akurat sebagai dasar dalam menentukan prioritas penanganan pada tahun anggaran mendatang.

Kepala MTsN 2 Langkat, Zulkifli Hasibuan, M. Pd menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam rakor ini merupakan bentuk komitmen madrasah untuk terus mengawal proses pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascabencana. “Kami sangat bangga mengikuti kegiatan koordinasi ini karena menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi madrasah secara langsung sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam upaya pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana. Harapan kami, hasil identifikasi ini dapat menjadi dasar untuk percepatan penanganan sehingga lingkungan madrasah dapat kembali memberikan pelayanan pendidikan secara optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap proses penanganan pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memastikan terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warga madrasah.

Kegiatan rakor selama tiga hari ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta satuan pendidikan dalam menyusun langkah strategis penanganan pascabencana. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan program penanganan yang direncanakan untuk Tahun Anggaran 2027–2028 dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi MTsN 2 Langkat, momentum ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk bangkit dan memulihkan kondisi madrasah pascabencana. Semangat pemulihan tersebut diharapkan dapat terus menguat seiring dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.